Kamis, 18 Agustus 2011

Madu, si Manis yang Berkhasiat

honey_stockxpert1-resized-600.jpg-edit.jpg
Sejarah Madu
Lebah madu, menurut catatan fosil telah ada selama 150 juta tahun atau lebih. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita menemukan harta terpendam dalam sarang mereka, tetapi lukisan yang terdapat gambar orang mengumpulkan madu dari retakan batu dan pohon sementara lebah mengitari atas mereka dinding gua di Spanyol membuktikan bahwa kita telah menggunakan madu setidaknya selama 7.000 tahun. Madu yang dihasilkan dari  lebah madu merupakan obat serbaguna, bisa digunakan sebagai pemanis, obat, bahkan persembahan bagi para dewa, seperti mata uang, dan sebagai lambang cinta pada mitologi Yunani.
Madu juga dibicarakan di dalam kitab suci. Al'Quran menggambarkan sungai - sungai yang terbuat dari madu di dalam surga, dan di dalam perjanjian lama, menggambarkan tentang Tanah Perjanjian yang dialiri dengan susu dan madu. Obat emas mujarab  ini juga muncul dalam Kitab Veda. Dalam kitab ini, madu dianggap sebagai nektar kehidupan, disebutkan juga bahwa madu dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, pilek, batuk, bisul, luka bakar, dan luka.
Perbedaan Madu Murni dan Madu yang Dimasak
Menurut Pengobatan Ayurveda, madu murni adalah obat, tetapi madu yang dimasak, adalah racun yang lambat laun akan berbahaya jika dikonsumsi, karena madu dalam bentuk alami kaya akan mineral, vitamin, enzim, asam amino, dan karbohidrat. Tapi madu yang dipanaskan, sebagian besar dari nilai gizi yang terkandung dalam madu itu akan berubah. Madu yang dimasak akan menciptakan racun dan dapat menyebabkan disfungsi imunologi. Madu yang dimasak juga dapat menyumbat arteri dan menyebabkan aterosklerosis (penebalan pembuluh darah), menghambat aliran darah ke organ vital. Jadi menurut peraturan yang berlaku, madu seharusnya tidak dimasak dan tidak ada yang bisa dimasak dengan madu. Madu Murni bisa ditambahkan dalam yoghurt, teh hangat, atau dioleskan di roti atau roti panggang. Di pasaran, madu yang banyak terjual adalah madu yang sudah dipanaskan. Jadi, mulai sekarang belilah madu yang yang bertuliskan "murni" atau "tidak dipasteurisasi".
Kandungan Madu
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.

Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin
seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.
 

Khasiat Madu Sebagai obat
  • Untuk obesitas, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi : minum secangkir air panas yang dicampur dengan satu sendok teh madu dan 5-10  tetes cuka sari apel setiap pagi hari. (Dalam bukunya Ayurvedic mengatakan madu mengkikis lemak dan kolesterol dari jaringan tubuh.)
  • Untuk mengurangi gejala rematik : ambil 1 sendok teh madu dengan bubuk guggulu 200 mg, diminum setiap hari.
  • Untuk menyembuhkan Luka di mulut : Ambil 1 sendok teh madu dan kunyit secukupnya, bisa untuk sariawan, mulut bisul, atau luka di lidah. Campuran ini akan menghasilkan air liur dan menarik keluar racun, sering meludah untuk mempercepat proses penyembuhan. Untuk Luka didalam mulut, campurkan secangkir susu hangat dengan madu satu sendok teh setiap dua kali sehari.
  • Untuk menyembuhkan luka : bersihkan luka setiap hari dengan kasa steril yang diberi  madu, buang di malam hari.
  •  Untuk membersihkan sinus : ambil campuran 1 sendok teh masing-masing dari jus jahe segar dan madu, minum dua atau tiga kali sehari.
  • Untuk asma : makan campuran yang terbuat dari 1/2 sendok teh bubuk daun salam, 1/4 sendok teh pippali, dan 1 sendok teh madu, setiap dua atau tiga kali sehari.
  • Untuk mual, muntah, dan / atau gangguan pencernaan : campurkan satu bagian air jeruk nipis dengan satu bagian madu. Celupkan jari telunjuk Anda ke dalam campuran dan jilati perlahan-lahan dua kali sehari.
  • Untuk Mengatasi rasa cemas yang berlebih : minum 1 cangkir jus jeruk dicampur dengan 1 sendok teh madu dan bubuk pala secukupnya, setiap dua kali sehari.
  • Untuk membantu mengurangi kecanduan rokok :  Kunyahlah potongan-potongan kecil nanas yang dicampur dengan 1/2 sendok teh madu sebelum merokok.
  • Untuk sakit perut : ambil campuran 1/4 sendok teh daun salam, 1/4 sendok teh ajwan (biji seledri), dan 1 sendok teh madu sebelum makan siang dan makan malam setiap hari.
  • Untuk demam kronis : Buat teh dari 1 sendok teh basil suci (Tulsi) dan 1 cangkir air panas. Tambahkan 1/4 sendok teh lada hitam bubuk dan 1 sendok teh madu. Diminum setiap dua atau tiga kali sehari.
  • Untuk membantu sirkulasi yang buruk :  campurkan 1 sendok teh kayu manis, 1/4 sendok teh trikatu, dan 1 sendok teh madu ke dalam 1 gelas air panas. Diamkan selama 10 menit. Diminum dua kali sehari.
  • Untuk menghentikan cegukan : campurkan 1 sendok teh madu dan 1 sendok teh minyak jarak dalam sebuah wadah. Celupkan jari telunjuk Anda ke dalam campuran dan menjilatinya. Ulangi setiap 10 menit sampai cegukan berhenti. (Cegukan disebabkan spasme diafragma, dan bahan-bahan ini dalam proporsi yang sama adalah anti-spasmodik.)
Yang Perlu diperhatikan
Madu murni tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 18 bulan, orang tua renta, atau orang lain dengan sistem kekebalan yang lemah. 
 
 
 
sumber : http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2009/09/madu-si-manis-yang-berkhasiat/1269

Tidak ada komentar:

Posting Komentar